post

Antonio Conte Ahlinya Rombak Klub – Klub Bermasalah, Idaman Fans MU Calon Pengganti Solskjaer!

 

Reputasi Antonio Conte ahlinya rombak klub-klub bermasalah dan dikenal juga sebagai pelatih juara top dunia sudah tidak diragukan lagi. Hal itu bisa dilihat dari rekam jejaknya di Juventus, Chelsea, dan Inter Milan. Kini, Tottenham Hotspur yang harus dia rombak untuk performa yang lebih baik kedepannya.

Conte menggantikan Nuno Espirito Santo yang diberhentikan setelah Tottenham dipermalukan Manchester United 0-3 di akhir pekan ini. Pria asal Italia ini diharapkan bisa membuat Tottenham bisa kembali bersaing di papan atas.

Wajar saja jika ada ekspektasi besar dari Tottenham dalam upayanya menggaet Conte. Pelatih berusia 52 tahun itu sejatinya selalu sukses menyulap tiga klub terakhir yang dilatihnya menjadi bagus.

Bahkan Conte juga punya prestasi yang bagus ketika bekerja di Inggris bersama The Blues. Dia berhasil memenangkan gelar Premier League dan juga FA Cup.

Baca juga : Daftar 5 Kandidat Pelatih Pengganti Ole Gunnar Solskjaer di Manchester United

Sukses Conte sebagai pelatih berawal saat menukangi Juventus. Dia mampu membangun ulang kejayaan Si Nyonya Tua selepas hancur-hancuran akibat skandal calciopoli.

Juventus selalu dibuat menjadi juara Liga Italia sejak dipegang Conte pada 2011 sampai 2014. Sukses Bianconeri berlanjut di era Massimiliano Allegri dan berhenti di tangan Andrea Pirlo.

Setelah dari juventus conte kemudian berpindah ke chelsea pada musim panas 2016 setelah membesut Timnas Italia. Tugas Conte adalah memperbaiki The Blues yang pada musim 2015/2016 cuma bisa finis di urutan ke-10 Liga Inggris.

Chelsea akhirnya kembali menjadi klub yang disegani pada musim pertama kepelatihan Conte. Si Buru menjadi juara Liga Inggris 2016/2017 dan juara Piala FA 2017/2018.

Conte istirahat selama satu tahun selepas menukangi Chelsea. Dia kembali melatih pada musim 2019/2020 dengan menukangi Inter Milan, yang sudah sangat lama puasa gelar.

Conte cuma sebatas nyaris membawa Inter juara di musim pertamanya, yakni runner-up Liga Italia karena kalah satu poin dari Juventus dan runner-up Liga Europa.

Inter akhirnya merasakan gelar juara liga lagi di musim 2020/2021 setelah terakhir kali dicapai pada 2009/2010. Sukses itu sekaligus menyudahi perjalanan Conte karena keduanya bersepakat berpisah.

Nah, tugas Conte di Tottenham kali ini tidaklah mudah. Hal itu dikarenakan Conte memulainya saat kompetisi sudah berjalan 10 pekan, yang artinya ketersediaan pemain belum tentu sesuai keinginan.