post

Profil Donyell Malen, Pemain Muda Dortmund Pengganti Sepadan Jadon Sancho

Profil donyell malen saat ini tengah banyak dicari dikarenakan Malen saat ini tengah naik daun berkat performa apiknya bersama Borussia Dortmund. Tak ayal ia pun digadang-gadang menjadi penerus Jadon Sancho.

Penyerang asal Belanda ini datang ke klub Jerman tersebut untuk menggantikan Jadon Sancho yang pindah ke Manchester United. Pemain milik Borussia Dortmund ini digadang-gadang menjadi the next Jadon Sancho.

Datang dari PSV Eindhoven, Donyell Malen memang punya kemampuan komplet. Dia bisa bermain dengan baik di posisi winger, membuat namanya selalu disandingkan dengan Sancho yang hijrah ke MU.

Profil Donyell Malen

  • Tempat dan tanggal lahir: Wieringen, Belanda, 19 Januari 1999.
  • Usia: 22 tahun.
  • Tinggi badan: 179 cm.
  • Malen lahir dari ayah masyarakat Suriname dan ibu orang Belanda. Kota Wieringen di Belanda menjadi tempat kelahiran Malen.
  • Height : 1.79 m (5 ft 10 in)

Club information

  • Current team : Borussia Dortmund
  • Number : 21
  • Position :  Left winger

Talenta sepak bolanya sudah terlihat sejak dini sehingga pada tahun 2007 di usia 8 tahun, Malen sudah menjadi anggota akademi Ajax Amsterdam. Dari sanalah ia menimba ilmu sepak bola.

Selama 7 tahun di sana, Malen sudah menjalani berbagai  kompetisi dan turnamen. Hanya, untuk menembus skuat utama, dia kerap ditepikan.

Saat berada di Ajax U10, Malen dilatih oleh sosok legendaris sepak bola Belanda, Dennis Bergkamp. Meskipun Malen sudah bermain untuk seluruh tim nasional Belanda kelompok umur, namun dia tidak yakin bisa bermain di tim inti Ajax.

Kemudian, pada tahun 2015, Malen memutuskan untuk pindah ke Arsenal di Inggris saat usianya masih berusia 16 tahun. Selama berseragam Arsenal, Malen belum pernah bermain untuk tim utama di ajang kompetitif.

Malen total bermain 57 kali untuk tim kelompok umur Arsenal (U23 dan U19) dengan total 18 gol dan 9 assist.

Pada 2017, Malen pulang kampung ke Belanda untuk memutuskan berseragam PSV Eindhoven. Saat berseragam PSV, Malen berkontribusi terhadap 79 gol yang terjadi (55 gol dan 24 assist) dari total 116 penampilan.

Pada musim pertamanya, Malen langsung mempersembahkan gelar Eredivisie, (liga tertinggi Belanda) meskipun hanya bermain 4 kali.

Oleh karena penampilan apiknya saat itu, Malen membuat debut untuk tim nasional senior Belanda pada November 2019. Sejauh ini, Malen sudah bermain sebanyak 13 kali untuk Ons Oranje dengan catatan 2 gol dan 3 assist, yang mana 2 assist-nya lahir dari 4 penampilan di EURO 2020 kemarin.

Gaya Bermain Donyell Malen

Malen adalah seorang penyerang modern yang seluruh tim pesepak bola di dunia butuhkan. Selain bisa bermain sebagai posisi penyerang tengah (kesukaannya), Malen juga terbukti mampu bermain di posisi kedua sayap, penyerang lubang, bahkan gelandang serang.

Kemampuan teknik yang bagus serta kecepatan tinggi yang dimiliki Malen berkombinasi dengan nalurinya dalam mencetak gol yang cukup tajam. Tidak hanya handal dalam aspek serangan, Malen pun mau untuk bekerja keras dalam membantu pertahanan timnya.

Namun, sayang tinggi badan yang hanya 179 cm membuat Malen kurang apik dalam duel udara. Malen mengakali kekurangan tersebut dengan lebih sering berlari di belakang para pemain bertahan lawan atau memberikan opsi operan-operan pendek kepada rekannya.

Donyell Malen Memperkuat Skuad Muda Dortmund

Kedatangan  Malen ini tentunya untuk proyeksi masa depan Dortmund. Pasalnya, saat ini, Dortmund memiliki rata-rata usia skuad yang cukup muda, yaitu 24,5 sampai tulisan ini terbit.

Dortmund menempati peringkat 4 untuk angka tersebut, hanya kalah dari RB Leipzig (24,2), Greuther Furth (23,8) dan Stuttgart (23,4). Bahkan, Bayern Munich saja hanya menempati peringkat 14 dari total 18 tim Bundesliga dengan 25,4 tahun rata-rata usia pemain di skuadnya.

Selain Malen (22), Dortmund memiliki beberapa pemain muda penuh potensi hebat seperti Erling Haaland (21), Jude Bellingham (18), Giovanni Reyna (18), Dan-Axel Zagadou (22) dan Youssoufa Moukoko (16).

Apabila para pemain – pemain muda ini dikombinasikan dengan para pemain senior berpengalaman dan hebat seperti Mats Hummels (32), Raphael Guerreiro (27), Manuel Akanji (26), Thorgan Hazard (28), Emre Can (27), Julian Brandt (25), Marco Reus (32), Axel Witsel (32), Thomas Meunier (29), Roman Burki (30), Thomas Delaney (29), dan Mahmoud Dahoud (25), bukan tidak mungkin regenerasi Dortmund di masa depan akan berbuah manis seperti gelar DFB-Pokal yang mereka capai di musim lalu, Bundesliga 2012 atau bahkan Champions League seperti ditahun 1997.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *