post

Juventus Kalah, Nedved Bentak Presiden Juventus, Ini Pembelaan Pavel Nedved!

Wakil Presiden Juventus Pavel Nedved tampak sangat kesal. Ia terekam kamera marah dan membentak presiden juventus Andrea Agnelli serta berteriak- teriak ke arahnya. Namun, kemudian wakil Presiden Juventus, Pavel Nedved ini justru membela diri di hadapan para pemegang saham Juventus. Terutama setelah adanya kritikan tajam yang ditujukan kepadanya atas performa Bianconeri yang loyo di Liga Italia.

Juventus dipermalukan Sassuolo di markas sendiri di lanjutan Serie A. Kekalahan itu bikin Wakil Presiden Juve Pavel Nedved murka. Setelah kekalahan menyakitkan tersebut Pavel Nedved mendapat hujan kritikan atas kinerjanya sebagai wakil Presiden klub.

Juventus kalah 1-2 di markas sendiri dari Sassuolo pada pekan ke-10. Kekalahan yang membuat anak asuh Massimiliano Allegri terlempar dari posisi kelima besar. Juventus sempat menyamakan kedudukan lewat Weston McKennie usai dibobol Davide Frattesi, Bianconeri takluk akibat gol menit-menit akhir Maxime Lopez.

Karena kekalahan tersebut Juventus berada di urutan ketujuh dengan 15 angka, jauh tertinggal 13 poin dari Napoli sebagai pemuncak klasemen. Nedved mulai resah melihat pencapaian Juventus saat ini hingga ia dihujani kritikan.

Bahkan Pavel Nedved marah dan meneriaki Andrea Agnelli, presiden klub Juventus setelah laga kontra Sassuolo. Reaksinya itu juga bukan yang pertama kalinya dia kehilangan ketenangannya dengan cara itu.

Pavel Nedved meraih Ballon d’Or satu musim sebelum Shevchenko. Pemain berkebangsaan Republik Ceska ini berhasil antar Juventus meraih gelar juara Serie A pada musim 2002/2003. Ia tercatat membukukan 14 gol dan 17 assist dalam 46 laga di semua pertandingannya.

Mantan gelandang serang Juventus itu pekerjaan yang dilakukannya bukan semata karena teman Agnelli. Namun karena memang klub membutuhkan perannya. Nedved mengakui bahwa dia tidak selalu dalam perilaku yang tenang dan kalem. Namun sebuah bentuk ketegasan demi memberikan yang terbaik untuk Juventus.

“Tidak mungkin menutupi peran prestisius seperti itu hanya karena saya adalah teman Presiden,” Nedved menanggapi kritik yang dihadapinya, seperti dikutip Calciomercato, Sabtu (30/10/2021).

“Saya merasa banyak tanggung jawab, terkadang terlalu banyak. Saya telah menerima kritik yang benar, saya tidak selalu memiliki perilaku yang patut untuk dicontoh,” lanjut pria asal Republik Ceko.

Pavel Nedved pertama kali datang ke juventus dengan bandrol 41 juta euro untuk menggantikan peran Zinedine Zidane, dirinya mampu membuktikan kehebatannya. Kesetiaannya pada Juventus juga teruji saat memutuskan bertahan ketika harus mengalami degradasi ke Serie B.

Reaksi marahnya terhadap kekalahan Juve menunjukkan bahwa dia ingin klubtersebut  selalu menang dan itu adalah hal yang baik.

Adapun posisi mantan pemain Lazio tersebut masih aman di jajaran petinggi Juventus, meski performa tim belum maksimal. Nedved dinilai belum melakukan sesuatu hal yang buruk dan hubungan yang harmonis dengan Agnelli.

Sementara itu, Juventus harus berusaha lebih keras lagi meningkatkan performa mereka di lapangan untuk mendapatkan peluang menjuarai liga musim ini. Apalagi setelah juventus mengulangi  kisah kelam 60 tahun silam dipermalukan Hellas verona 2 – 1, Pada minggu (31/10/2021) dini hari WIB.

“Saya akan selalu memberikan segalanya untuk klub ini. Mendengar kata-kata ini mempengaruhi saya, itu menyakitkan saya, tetapi itu adalah karakter saya. Saya akan selalu menutupi peran saya dengan komitmen dan tanggung jawab yang maksimal,” tegas Pavel Nedved.